Kisah
Resep yang dicatat
di tangan ibu
Semuanya bermula dari selembar kertas lusuh di dapur rumah kecil di Yogyakarta: angka margarin, guratan sambal, dan tiga tanda tanya di samping kata "garam". Ibu menulis resep bukan untuk akurat, tetapi untuk diingat — dan kami tumbuh dari ingatan itu.
Empat puluh tujuh tahun kemudian, resep yang sama dimasak dengan bahan yang sama, pada pagi yang sama, untukmu. Kehangatan rumah tidak pernah ke mana-mana; ia hanya menunggu dihidangkan.




